Lakukan Rapid Test Corona Jika Anda Sulit Bernapas

Covid-19 merupakan singkatan coronavirus disease 2019 yang pertama kali ditemukan di Wuhan dan menyerang bagian sistem pernapasan manusia. Penyakit ini diduga menular dari kelelawar serta ular menuju manusia. Infeksi virus yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 memberikan gejala yang berat seperti pneumonia seperti infeksi pada jaringan paru dan sesak napas seiring perkembangannya maka gejala yang muncul akan lebih ringan. Gejala umum yang sering ditemui pada pasien adalah demam tinggi, batuk berdahak, sulit bernapas dan sakit pada dada sehingga perlu melakukan rapid test corona. Tingkat keparahannya mulai dari ringan hingga berat dan orang lebih tua dan orang dengan kondisi medis tertentu biasanya akan memberikan gejala lebih serius.

Penularan Covid-19 dari droplets atau cairan yang keluar ketika bersin dan batuk tanpa menutup mulut termasuk ketika berbicara. Dapat juga terjadi jika sedang melakukan jabat tangan maupun sentuhan dengan orang yang terinfeksi dan menyentuh permukaan maupun benda terpapar virus lalu menyentuh mulut, mata dan juga hidung. Permukaan tembaga virus mampu bertahan hingga 4 jam, kardus selama 24 jam dan stainless steel dan plastik bertahan dalam waktu 2 hingga 3 jam. Untuk mendiagnosis pasien biasanya melakukan tes darah, tes laboratorium, riwayat kesehatan, riwayat perjalanan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Dalam kasus virus corona terdapat tahapan pasien yaitu ODP, PDP, kasus probabel dan kasus konfirmasi. ODP merupakan orang dalam pemantauan yang memiliki demam lebih dari suhu 38 derajat celcius dengan riwayat demam, gangguan sistem pernapasan seperti batuk dan sakit tenggorokan. ODP juga termasuk orang yang memiliki riwayat keluar negeri khususnya tempat wabah terjadi dan termasuk dari wilayah yang memiliki kasus banyak di Indonesia. PDP atau pasien dalam pemantauan yang di suspek memiliki infeksi saluran pernapasan akut dimana gejala ditandai dengan pneumonia berat, sesak napas, demam, memiliki riwayat perjalanan luar negeri dan 14 hari terakhir mengalami gejala dan seorang PDP dapat dikonfirmasi memiliki kontak langsung dengan orang yang sudah positif Covid-19. Kasus probabel merupakan orang dalam PDP diperiksa untuk Covid-19 yang belum disimpulkan negatif atau positif. Kasus konfirmasi merupakan pasien yang telah di diagnosa berdasarkan hasil positif.

Berikut adalah cara mencegah Covid-19 diantaranya:

•    Cuci tangan sesering mungkin selama 20 detik seperti menyanyikan lagu happy birthday sebanyak 2 kali.
•    Jika tidak tersedia air dan sabun maka gunakan hand sanitizer yang menggunakan alkohol.
•    Hindari untuk menyentuh permukaan benda ditempat maupun transportasi umum.
•    Hindari untuk saling berjabat tangan dalam beberapa waktu.
•    Hindari untuk tidak menyentuh bagian wajah.
•    Hindari untuk tidak melakukan kontak dengan orang yang sudah terinfeksi.
•    Tetap dirumah dan melakukan isolasi diri.

Jika harus keluar maka hindari untuk menyentuh burung dan hewan lainnya. Hindari juga pasar hewan hidup, peternakan dan pasar basah dan hindari kontak pada orang yang memiliki infeksi saluran pernapasan. Sebaiknya mematuhi petunjuk makanan serta aturan kebersihan. Jika memiliki kesehatan yang tidak nyaman dan cari layanan kesehatan jika memiliki beberapa gejala.

Rapid test corona akan memungkinkan seseorang untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi dalam melawan virus corona. Antibodi akan dideteksi pada tubuh seseorang dan pembentukan antibodi yang membutuhkan waktu dalam beberapa minggu. Rapid test ini berupa pemeriksaan penyaring dan bukan pemeriksaan untuk melakukan diagnosa virus corona yang mengalami infeksi. Prosedurnya adalah pengambilan sampel darah pada ujung jari.